Jumat, 20 November 2015

ANGEL AND DEMON BAB 11-12

BAB 11 


SETAN? TANYA KOHLER sambil mengusap mulutnya dan bergeser tidak tenang. Ini simbol dari kelompok pemuja setan?

Langdon mondar-mandir dalam ruangan itu untuk menjaga suhu tubuhnya agar tetap hangat.

Kelompok Illuminati memang memuja setan. Tetapi tidak dalam pengertian modern.
Dengan cepat Langdon menjelaskan bagaimana umumnya orang menggambarkan para pemuja setan sebagai pemuja iblis. Tapi secara historis para pemuja setan adalah orang-orang yang terpelajar yang melawan gereja. Shaitan. Kabar angin tentang kekuatan gaib hitam, pengorbanan hewan dan ritual pentagram hanyalah kebohongan yang disebarkan oleh gereja sebagai kampanye kotor melawan musuh-musuh mereka. Seiring dengan berjalannya waktu, para penentang gereja itu juga ingin menyamai kaum Illuminati. Kelompok itu mulai memercayai kebohongan yang disebarkan oleh gereja dan bertindak sesuai dengan apa yang mereka percayai. Maka, lahirlah kelompok pemuja setan modern.

Kohler berdehem. Itu semua sejarah kuno. Aku ingin tahu bagaimana simbol itu bisa berada di sini.

Langdon menarik napas panjang. ”Simbol itu sendiri diciptakan oleh seorang seniman Illuminati yang tidak diketahui namanya pada abad keenam belas sebagai penghormatan bagi kecintaan Galileo akan simetrisemacam logo sakral Illuminati. Persaudaraan itu menjaga kerahasiaan simbol tersebut. Konon mereka berencana untuk memperlihatkannya hanya ketika mereka memiliki kekuatan yang cukup untuk muncul kembali dan mewujudkan tujuan utama mereka.
Kohler tampak tidak mengerti. ”Jadi simbol ini berarti persaudaraan Illuminati muncul kembali?” Langdon mengerutkan keningnya. Itu tidak mungkin. Ada satu bab dari sejarah Illuminati yang
belum kujelaskan.

Suara Kohler terdengar tegas, ”Jelaskan padaku.

Langdon menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya sementara pikirannya mulai memilah- milah ratusan dokumen yang pernah dibacanya atau ditulisnya tentang Illuminati. ”Kaum Illuminati adalah orang-orang yang tangguh, jelasnya. Ketika mereka melarikan diri dari Roma, mereka melakukan perjalanan melintasi benua Eropa dan mencari tempat aman untuk berkumpul kembali. Mereka diterima oleh sebuah kelompok rahasia juga ...  sebuah persaudaraan yang anggotanya merupakan para ahli mengukir batu dari Bavaria yang kaya raya bernama Freemason.

Kohler tampak terkejut. ”Kelompok Mason itu?

Langdon mengangguk dan tidak terlalu terkejut karena Kohler pernah mendengar tentang kelompok tersebut. Kini persaudaraan Mason memiliki lebih dari lima juta anggota yang tersebar di seluruh dunia, separuhnya tinggal di Amerika Serikat dan lebih dari satu juta orang tinggal di Eropa.

Tentu saja kelompok Mason itu bukan pemuja setan, bukan? tanya Kohler dengan ragu-ragu.

Tentu saja bukan. Kelompok Mason menerima para pelarian itu demi kebaikan mereka sendiri. Setelah mereka menerima para ilmuwan pelarian itu pada tahun 1700-an, tanpa mereka sadari, kelompok Mason menjadi benteng bagi kaum Illuminati.Kaum Illuminati berkembang di dalam tubuh kelompok Mason dan perlahan-lahan mulai mengambil alih kekuatan kelompok Mason. Diam-diam kaum Illuminati mulai memperkuat kembali persaudaraan ilmuwan mereka di dalam tubuh Masonsemacam perkumpulan rahasia di dalam perkumpulan rahasia lainnya. Kemudian kaum Illuminati menggunakan jaringan internasional yang dimiliki oleh kelompok Mason untuk menyebarkan pengaruh mereka.

Langdon menghirup udara dingin sebelum melanjutkan dengan cepat. ”Penghapusan ajaran Katolik merupakan tujuan utama mereka. Persaudaraan itu yakin kalau dogma takhayul yang disebarkan oleh gereja merupakan musuh terbesar manusia. Mereka khawatir kalau agama terus menyebarkan mitos kesalehan sebagai kenyataan absolut, maka kemajuan ilmu pengetahuan akan terhenti, dan manusia akan musnah karena jihad bodoh di masa mendatang yang tidak beralasan itu.

Seperti yang kita lihat saat kini.

Langdon mengerutkan keningnya. Kohler benar. Jihad masih menjadi  berita utama  sampai sekarang Tuhanku  lebih  baik dibandingkan dengan Tuhanmu. Tampaknya selalu ada kemiripan antara umat yang taat dengan pasukan yang siap berperang.

Lanjutkan, kata Kohler.

Langdon mengumpulkan pemikirannya lalu melanjutkan. ”Kaum Illuminati berkembang menjadi semakin kuat di Eropa dan mulai memandang Amerika sebagai pemerintahan yang belum berpengalaman. Banyak dari pemimpin bangsa Amerika adalah anggota kelompok Mason, seperti George Washington dan Benjamin Franklin. Mereka adalah orang-orang yang jujur, taat kepada Tuhan tapi tidak menyadari cengkeraman kuat Illuminati dalam diri mereka. Kaum Illuminati mengambil keuntungan dari penyusupan itu dan berhasil mendirikan bank, berbagai perguruan tinggi, dan membangun industri untuk mendanai tujuan utama mereka. Langdon berhenti sejenak.
Tujuan mereka adalah dunia yang bersatu, semacam konsep New World Order atau Tata Dunia
Baru yang sekuler.Kohler tidak bergerak.
Sebuah Tata Dunia Baru, Langdon mengulangi, ”berdasarkan pencerahan ilmiah. Mereka menyebutnya Doktrin Luciferian. Gereja menegaskan bahwa Lucifer adalah sebuah kata yang mengacu pada setan. Tetapi persaudaraan itu menegaskan bahwa Lucifer berasal dari bahasa Latin yang berarti sang pembawa cahaya. Atau Illuminator.

Kohler mendesah, dan suaranya tiba-tiba menjadi tenang. ”Pak Langdon, duduklah.” Langdon duduk di atas sebuah kursi yang membeku.
Kohler menggeser kursi rodanya agar dapat lebih mendekat. ”Aku tidak yakin kalau aku memahami semua yang baru saja kamu katakan padaku, tetapi aku pasti mengerti yang satu ini. Leonardo Vetra adalah harta yang tak ternilai harganya bagi CERN. Dia juga teman saya. Saya membutuhkan Anda untuk mencari Illuminati.

Langdon tidak tahu bagaimana menjawabnya. Mencari Illuminati? Bercanda, ya? Sepertinya, itu tidak mungkin.

Alis Kohler naik. ”Apa maksud Anda? Anda tidak mau

”Pak Kohler,”   Langdon mencondongkan tubuhnya ke arah man rumah dan merasa tidak yakin bagaimana membuatnya mengerti  tentang hal yang  akan dikatakannya.   Saya  memang belum menyelesaikan penjelasan saya. Tapi saya sangat yakin kalau pemberian cap di atas dada pegawai Anda itu tampaknya tidak dilakukan oleh Illuminati karena keberadaan mereka sudah tidak dapat dibuktikan sejak lebih dari setengah abad yang lalu, dan hampir semua ilmuwan sepakat kalau Illuminati sudah bubar sejak lama sekali.

Kata-kata itu tidak mendapatkan tanggapan. Kohler menatap kabut dengan perasaan antara marah dan tak berdaya. Bagaimana kamu bisa bilang kalau kelompok itu sudah tidak ada sementara nama mereka terukir di atas mayat orang ini!

Langdon juga menanyakan hal yang sama pada dirinya sendiri sepanjang pagi tadi. Penampakan ambigram Illuminati ini memang sangat mencengangkan. Para ahli simbologi di seluruh dunia pasti akan pusing. Walau demikian, Langdon berpikir kalau pemunculan lambang itu tidak membuktikan apa-apa tentang Illuminati.

Simbol, kata Langdon, tidak dapat memastikan keberadaan si pencipta simbol yang asli.

Apa maksud Anda?”

Maksud saya adalah, ketika filosofi terorganisir seperti Illuminati itu punah, simbol mereka akan tetap ada dan dapat digunakan oleh kelompok lain. Itu disebut transfer simbol. Hal itu sangat biasa dalam dunia simbologi. Nazi mengambil lambang swastika dari agama Hindu, orang-orang
Kristen mengambil bentuk salib dari bangsa Mesir, —”

Tadi pagi, kata Kohler dengan suara seperti menantang Langdon, ketika aku mengetik kata Illuminati pada komputerku, aku menemukan banyak referensi baru. Sepertinya masih banyak orang yang berpikir kalau kelompok ini masih aktif.

Itu hanya para penggemar teori konspirasi, sahut Langdon. la selalu terganggu oleh teori konspirasi berlebihan yang beredar di dalam budaya pop modern. Media menampilkan berita utama yang mengejutkan, dan dengan sok tahu membuat berita kalau Illuminati masih ada dan mampu mengelola Tata Dunia Baru dengan baik. Baru-baru ini, New York Times melaporkan tentang hubungan antara kelompok Mason dengan beberapa orang terkenal, seperti Sir Arthur Conan Doyle, Duke of Kent, Peter Seller, Irving Berlin, Prince Phillip, Louis Armstrong dan beberapa pengusaha dan bankir terkenal lainnya.

Kohler menunjuk dengan marah ke arah mayat Vetra. ”Dengan melihat bukti yang ada di hadapan
Anda, para penggemar teori konspirasi itu mungkin saja benar.

Saya bisa memahaminya, kata Langdon sediplomatis mungkin. ”Tapi ada satu penjelasan yang jauh lebih masuk akal. Mungkin saja ada organisasi lainnya yang mengambil alih lambang Illuminati dan menggunakannya untuk tujuan mereka sendiri.

Tujuan apa? Apa yang ingin dibuktikan oleh pembunuhan ini?”

Pertanyaan bagus, pikir Langdon. Dia juga mendapat kesulitan membayangkan dari mana orang itu dapat menemukan lambang ini setelah menghilang selama lebih dari 400 tahun. ”Yang dapat saya katakan pada Anda adalah, jika memang Illuminati masih aktif hingga kini, walau saya yakin itu tidak benar, mereka tidak mungkin terkait dengan pembunuhan Leonardo Vetra.

Tidak?

Tidak. Kelompok Illuminati mungkin saja diyakini sebagai kelompok yang ingin menghilangkan agama Kristen, tetapi mereka menjalankan kekuatan mereka melalui sarana politis dan keuangan, bukan melalui tindakan terorisme. Terlebih lagi, Illuminati mempunyai peraturan ketat tentang moralitas dalam menentukan siapa yang mereka anggap sebagai musuh. Mereka sangat menghormati para ilmuwan. Jadi tidak mungkin mereka membunuh orang seperti Leonardo Vetra.

Mata   Kohle menjad sedingin  es Mungkin  say lupa atakan  ^ahwa Leonardo  Vetra bukanlah  serang ilmuwan

Langdon menarik napas dengan sabar. ”Pak Kohler, saya yakin Leonardo Vetra sangat pandai dalam banyak hal, tetapi kenyataannya tetap—”

Tiba-tiba, Kohler memutar kursi rodanya dan berjalan cepat keluar ruang tamu sehingga meninggalkan pusaran kabut ketika menghilang ke sebuah koridor di dalam apartemen Vetra.

Demi kasih Tuhan, Langdon menggerutu. Dia pun mengikuti lelaki tua itu. Ternyata Kohler sedang menunggunya di dalam sebuah ruangan kecil di ujung koridor tersebut.

Ini ruang kerja Leonardo, kata Kohler sambil menunjuk ke sebuah pintu geser. ”Mungkin kalau Anda melihatnya, Anda akan memahami beberapa hal dengan lebih jelas. Dengan mengeluarkan geraman yang aneh, Kohler menggesernya, dan pintu itu pun bergerak terbuka.

Langdon melongok ke dalam ruang kerja tersebut dan langsung merinding. Bunda Jesus yang suci, katanya pada dirinya sendiri.

 ***
BAB 12


DI SEBUAH TEMPAT di negara lain, seorang petugas keamanan berusia muda duduk dengan sabar di depan sekumpulan layar monitor. Dia menatap layar monitor yang menayangkan tampilan yang berganti-ganti di depannya. Tampilan tersebut langsung disiarkan melalui ratusan kamera video nirkabel yang tersebar di seluruh kompleks ini. Tampilan tersebut berganti-ganti dalam sebuah urutan yang tidak ada akhirnya.

Sebuah koridor dengan hiasan yang indah. Sebuah kantor pribadi. Sebuah dapur dengan ukuran yang sangat besar.

Ketika gambar-gambar itu berganti-ganti, penjaga itu melamun. Sebentar lagi giliran jaganya akan berakhir, tapi dia masih waspada. Melayani merupakan sebuah kehormatan baginya. Suatu hari kelak dia akan menerima penghargaan besar.

Ketika pikirannya melantur, sebuah gambar di depannya membuatnya bersiaga. Tiba-tiba, secara refleks dia tersentak dengan kekuatan yang mengejutkan dirinya sendiri. Tangannya terulur dan menekan sebuah tombol di papan kendali sehingga gambar itu berhenti bergerak.

Rasa ingin tahunya timbul. Dia kemudian mencondongkan tubuhnya ke arah layar monitor agar dapat melihat dengan lebih jelas. Tulisan di layar menunjukkan bahwa gambar itu ditangkap oleh kamera nomor 86—sebuah kamera yang diarahkan ke koridor.


Tetapi gambar di depannya sama sekali tidak menayangkan situasi di koridor.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar