Jumat, 20 November 2015

CRAZY !!! - BAB 9

'Berhasil merebut milikku' ??? Apa maksud Kazuma mengatakan itu kepada Han Bum? Apa yang sebenarnya Han Bum rebut dari Kazuma? Kenapa Kazuma dan Taiki amat membenci Han Bum?

"ugh...." Han Bum mengerang.

Akhirnya aku kembali sadar dan beralih kepada Han Bum, "kamu tak apa2?" tanyaku kepada Han Bum sambil membantunya berdiri.

"ak- aku tidak apa2.."
Aku mengalungkan tangan kanan Han Bum di leherku agar dia bisa berdiri lalu aku membantunya berjalan.

"kau mau kuantar ke rumah sakit?" tanyaku kepada Han Bum.

"ah, tidak perlu.. luka seperti ini dibawa tidur juga sembuh..", sepertinya Han Bum sudah biasa dengan luka seperti ini.. -_- yah, tidak heran sih....

"terserah apa katamu, tapi yang pasti biarkan aku mengobati wajahmu dulu." kataku.

"baiklah, tapi obatnya...?"

"obat? oh, aku selalu membawa obat." aku mengorek tasku dan kukeluarkan kotak P3K ukuran mini milikku, lalu kupamerkan di depan wajah Han Bum.

"kau selalu membawa barang begituan? kau pasti sering terluka ya?" aku tak menjawab, aku hanya tersenyum saja. tentu saja aku harus membawa kotak seperti ini, semenjak mengenal Kazuma sepertinya benda seperti ini amat dibutuhkan dalam keadaan yang tak terduga. Lalu aku duduk dengan Han Bum di taman dekat Rumah Sakit dan aku mengobati luka2 di wajahnya.

"kenapa kau baik sekali kepadaku?" tanya Han Bum.

"mana mungkin aku meninggalkan orang yang terluka, dasar bodoh."

"lalu, kenapa kau tak pergi kepada Kazuma tadi?"

"itu.. itu karena...."

"apapun itu.. terimakasih karena kau tak meninggalkanku." katanya sambil tersenyum kepadaku.

Senyum Han Bum benar2 manis dan tulus.. benar2 menyilaukan maksudku. Jantungku sempat derdegup cepat dibuatnya, bagaimana caranya dia melakukan itu?

aku akan mencoba tersenyum seperti itu kapan2, siapa tahu orang akan terbuai seperti aku terbuai oleh Han Bum.. kekeke

Aku mengobati muka Han Bum dengan kapas yang berakohol,dia hanya diam saja dan sesekali memberikan ekspresi kesakitan.

Tidak seperti Kazuma.. Kazuma pasti akan meneriakiku.. dia pasti akan mengoceh selama aku mengobati lukanya sambil beberapa kali melirik ke arahku.. wangi colognenya pasti akan menggelitik hidungku dan membuatku memimpikannya sepanjang tidurku.. berhenti Asuka! jangan mengingat Kazuma lagi!

"he- hei! kamu kenapa?" tanya Han Bum kepadaku.

"uh? huh? a- apa maksudmu?" tanyaku bingung kepadanya.

"kamu menangis..."

"apa? ah, hahaha.. aku tidak menangis kok.. heuk heuk hiks...."

Aku sangat merindukan Kazuma. Aku sangat merindukan Kazuma sampai di titik dimana aku sulit bernafas. Tak kuduga aku bisa begitu merindukannya, Aku sangat ingin melihat wajahnya, mendengar suaranya, mencium aroma cologne nya...

Tiba-tiba Han Bum memelukku dan berkata, "tak apa... menangislah saja sekarang. dengan kau menangis sekarang, kau dapat tersenyum untuk besok.. lepaskan saja semuanya."

Aku menangis sejadi-jadinya di pelukan Han Bum entah sampai berapa lama. Kazuma... aku merindukanmu....

***

"Apa2an kau?! bagaimana bisa kamu begitu jorok! bajuku penuh dengar ingusmu!", protes Han Bum kepadaku. kami sedang dalam perjalanan pulang ke rumahku (Han Bum mengantarku).

"kan kamu sendiri yang bilang untuk melepaskan semuanya! ya sudah aku lepaskan semuanya! jadi kamu jangan protes." jawabku.

Bajunya disaat aku menangis tadi. hahaha, habis hidungku sudah mampet banget, jadi sekalian saja. hahaha XDD.

"aku takkan meminjamkan badanku lagi kepadamu.."sesalnya.

"aku sih tidak apa2, masih banyak cowok yang mau meminjamkan badannya
padaku."

"cewek macam apa kamu.... -_-"

"jangan kurang ajar! aku masih lebih tua daripada kamu!" kataku sambil menjambak rambut Han Bum sampai kebawah.

+kraaak!+ O_O!

Leher Han Bum berbunyi karena saking kencang aku menarik rambutnya.

"ADUH!" teriaknya.

"oh ya ampun! Han Bum! maafkan aku! hei kamu gak kenapa2?!"

"leherku! leherku patah! aouw! sini kamu! akan kubalas!" katanya kepadaku sambil tangan yang satunya memegang lehernya dan yang satunya lagi berusaha menangkapku. Kulihat dari sudut mataku ternyata rumahku sudah kelihatan.

Jadi sebelum Han Bum dapat membalasku, aku lari sekencang2nya dan berteriak.

"HAHAAHA! SAMPAI KETEMU LAGI! HAHAHA! RASAKAN!" lalu aku masuk kerumah dan meninggalkan Han Bum.

Begitu masuk ke dalam rumah, ternyata orang tuaku sudah menungguku. Aku dimarahi habis-habisaan karena pulang malam tanpa pulang terlebih dahulu sehabis dari sekolah. dan ibuku menghukumku untuk membersihkan toilet saat itu juga.

ibuu! ini kan sudah malaammm! sudah pagi malah!

Akhirnya aku selesai membersihkan toilet pukul 1.30 pagi dan aku langsung tidur tanpa mandi ataupun mengganti baju seragam dan jaket Han Bum yang masih kupakai ini..

***

Tidurku semalam cukup nyenyak, mungkin karena aku benar2 kecapekan semalam. Tapi tetap saja waktu aku bangun aku ngantuk sekali. Tidurku tak pernah cukup beberapa hari ini..-_-

Oh ya ampun, semalam aku lupa mengembalikan jaket Han Bum. Akan kukembalikan begitu bertemu dengannya lagi. tapi kalau tak bertemu lagi, akan kusimpan jaket ini sebagai souvenir.. kekeke, jaketnya bagus soalnyaa.. kekeke

Aku berangkat ke sekolah, dan sesampainya di sekolah Emi langsung menerorku dengan banyak pertanyaan.

"kamu sudah gila?! kemana kau kemarin?! jantungku hampir berhenti melihat Kazuma yang tiba2 mengamuk ingin keluar dari Rumah Sakit. ada 4 orang lebih yang menahannya, tapi dia kuat sekali dan dia berhasil kabur! dia bilang dia mau mencarimu dan membunuh orang yang bersamamu!
jantungku berhenti saking kagetnya! ya ampun.."bisik Emi kepadaku.sepertinya Emi lupa kita sedang dalam jam pelajaran -_- lalu aku menceritakan semuanya kepada Emi tentang kejadian kemarin.
wajah Emi menyimak ceritaku amat serius dan sesekali mulutnya terbuka saking kagetnya.

"jadi kau bertemu dengan saudara tiri Kazuma? dia ganteng tidak?" bisiknya semangat.

"tentu saja dia ganteng. tapi aku lebih suka wajah Kazuma. hahaha"

"oh ya ampun, kenapa sih kau bisa ketemu yang ganteng2 semua? lalu kenapa Taiki dan Kazuma amat membenci Han Bum?"

"kalau itu.. aku sendiri juga tidak tahu kenapa.."

+TING~TONG~TING TONG~ TING TONG TING TONG~+

Bel istirahat berbunyi. sungguh tak terasa ternyata sudah istirahat saja mungkin karena jam pelajaran ini kupakai untuk mengobrol kali ya? jadinya tidak berasa.. kekeke

Seperti biasa, aku dan Emi langsung menyerbu ke kantin untuk membeli makanan sebelum kami kehabisan. saat kami berlari menuju ke kantin, aku menabrak seseorang ternyata orang yang kutabrak itu Taiki.

"eh maaf maafkan aku."kataku sambil menunduk-nundukkan kepalaku.

Taiki hanya memandangku dengan dingin lalu pergi melewatiku.

"kenapa dia?" tanya Emi kepadaku.

"aku tidak tahu. mungkin dia masih marah kepadaku karena kejadian kemarin..."

Kenapa Taiki bersikap begitu padaku..? Sebenarnya apa sih yang membuat Taiki maupun Kazuma begitu membenci Han Bum? semua ini benar2 membingungkan! membuatku hampir gila!

Sisa istirahat dan pelajaran kupakai menerka2 apa yang sebenarnya terjadi diantara Kazuma dan Han Bum.pikiranku berputar2 sampai tak ada satupun dari pelajaran yang dijelaskan masuk ke dalam kepalaku.

"hei Asuka! lihat! ada cowok ganteng banget disitu! tapi kenapa mukanya banyak plester begitu ya?" bisik Emi memecah pikiranku.

"dimana?" tanyaku.


"itu disitu, yang bersandar di gerbang belakang itu." kata Emi sambil menunjuk2 keluar jendela.

"Ha- Han Bum...? apa yang dilakukannya disini...?"

"itu Han Bum? yang benar saja! dia cakep sekali! tapi masih cakepan Yusuke sih.. tapi dia cakep sekali!"

Sepertinya Han Bum melihat ke arah jendela kelasku, lalu dia melambaikan tangannya sambil tersenyum. aku balas melambai.

"ya ampun! cowok itu melambai kepadaku!" bisik cewek yang duduk di depan mejaku.

"tidak! dia melambai kepadaku!" kata yang satunya lagi mereka saling berebut tentang siapa yang dilambaikan oleh Han Bum.. dasar anak jaman sekarang... -_-

"hei Asuka! lihat! itu Taiki dan Yusuke! mereka mendatangi Han Bum dengan membawa anak2 yang lain!" bisik Emi kepadaku. aku langsung melihat keluar begitu Emi berkata begitu. dan benar saja, itu
Taiki dan Yusuke. membawa beberapa pengikutnya menghampiri Han Bum. aku merasakan bahwa suasananya mulai tak enak, aku harus cepat2 keluar untuk menolong Han Bum.

Aku mengangkat tanganku dan berteriak, "mohon izin pak guru! aku ingin berak! sudah tidak tahan lagi!" kataku kepada pak guru. setelah berkata begitu aku langsung berlari keluar. aku berlari seperti
wanita sinting, setiap orang yang melihatku berlari memandangku keheranan. dan aku beberapa kali hampir terjatuh saat menuruni tangga.

Akhirnya aku sudah dapat melihat Han Bum dan anak2 lain. disitu Han Bum sedang digiring oleh 4 orang lebih untuk dibawa ke tempat lain. aku langsung berlari ke arah Han Bum dan menarik tangannya.

"Ja-jangan apa-apakan dia! hosh hosh hosh" kataku kepada mereka sambil mencoba mengatur nafasku kembali.

Aku berdiri di antara Han Bum dan yang lainnya dengan posisi melindungi Han Bum.

"Sebaiknya kau pergi dari sini Fujimoto.. ini bukan urusanmu." kata Taiki kepadaku

"betul Asuka-chan.. lebih baik kamu pergi saja.." kata Yusuke kepadakujuga.

"ti-tidak! hosh hosh hosh... kau tak boleh membawanya! kalau kau mau membawanya, habisi aku dulu!" teriakku kepada Taiki dan Yusuke.

"hei Taiki, bagaimana ini..? dia ceweknya Kazuma.. masa kita harus menyingkirkannya?" tanya salah satu dari pengikut Taiki.

Taiki mengacuhkannya dan berkata," hei bocah.. tidakkah kau malu harus dilindungi wanita..?"

"tentu saja aku malu, tapi aku lebih malu lagi membawa banyak orang untuk menghabisi satu anak yang lebih muda dariku." sindir Han Bum kepada Taiki.

"sebaiknya jaga mulutmu. dan hari ini kau kubiarkan lolos hanya karena aku masih menghormati Fujimoto yang melindungi anak bayi sepertimu. sebaiknya kau ingat itu."

setelah berkata begitu, Taiki dan Yusuke pergi lalu pengikut2nya juga mengikutinya.

"apa yang kau lakukan disini?" tanyaku kepada Han Bum.

"tentu saja untuk bertemu denganmu. aku tak punya teman main selain kamu disini." jawab Han Bum.

"tapi aku belum pulang sekolah. dan lagi aku harus membersihkan toilet guru sepulang sekolah."

"ya sudah, akan kutunggu sampai kau pulang."

"memangnya kenapa kau mau menemuiku?"

"untuk mengambil jaketku tentu saja."

"cuma karena itu? "

"tentu saja! kau tak tahu berapa harga jaket itu?"

"yayaya, terserah apa katamu. aku akan menemuimu disini pukul 5 sore. dan sebaiknya kau jangan menungguku di sini, bisa2 Taiki datang lagi."

"aku tak takut kepada Taiki."

"terserah... pokoknya kau jangan tunggu disini atau aku takkan menemuimu."

"yaya baiklahh...." kata Han Bum. lalu dia pergi dan aku kembali ke kelas.


+sepulang sekolah+


"WC ini benar2 terkutuk! bagaimana bisa WC kembali kotor dalam waktu hanya satu hari?! menyebalkaaaaannn!!!!!" jeritku.

"sudah. tutup mulutmu dan kerjakan sajalah..." kata Emi. sekarang sudah pukul 4.30 sore. berarti 30menit lagi Han Bum akan datang untuk menemuiku.

"aku harus cepat2 menyelesaikan ini. anak sinting itu akan datang sebentar lagi." gumamku.

"apa?! nanti kau mau bertemu dengan Han Bum??" tanya Emi.

"iya, aku harus mengembalikan jaketnya. sepertinya jaketnya mahal sekali..-_-''

"hei.. kau suka kepadanya?"

"kau gila? tentu saja tidak. dia sudah kuanggap adikku sendiri. yah, kalau aku menikah dengan Kazuma dia otomatis akan jadi adikku juga sih.. kekeke"

"bukannya kamu lagi berantem sama Kazuma?"

"ukh... untuk sesaat aku lupa.. aku sendiri juga tak tahu sebenarnya kami masih pacaran atau tidak semenjak kejadian kemarin.."

"itu salahmu bodoh! kenapa kau tak meninggalkan Han Bum saja kemarin dan beralih ke Kazuma!"

"bisa2nya kau bilang begitu! mana mungkin aku pergi ke Kazuma setelah aku melihat dia mencium rubah betina itu?!"

"tapi sepertinya Kazuma bukan orang yang seperti itu.. pasti dia ada alasan tersendiri mengapa dia mencium Hyori.. yah, walaupun Hyori mantan pacar Kazuma sih- uph"

Emi membungkam mulutnya sendiri, sepertinya dia kelepasan ngomong.

"ap.. apa katamu? Hyori mantan pacar Kazuma?! tapi bagaimana bisa dan kau tahu dari mana??"

"..........." Emi diam saja dan mengalihkan pandangannya dariku, dia berpura2 seakan tak mendengarku.

"kalau kau tidak menjawab, akan kukirim fotomu yang sedang mengupil ke Yusuke sekarang juga."

"........'' Emi tetap diam saja. tapi bisa kulihat dia mulai berkeringat.

"oh? kau memutuskan untuk diam? baiklah, akan kukirim" aku mengambil Hpku dari kantong rok-ku dan mulai bersiap untuk mengirim gambar, tapi Emi mencegahku.

"ah! bagaimana bisa kau mengancam temanmu seperti itu?!" teriaknya.

"bagaimana bisa kau menyembunyikan sesuatu dari temanmu?!" teriakku balik.

"baiklah! baiklah! akan kuceritakan! tapi hapus fotoku itu dari Hpmu!"

"iya2..." kataku sambil berpura2 menghapus gambar, padahal aku tak menghapus gambarnya. aku tahu gambar ini akan bergun lagi suatu saat nanti. kekekeke..

"iya.. jadi si Kazuma itu pernah pacaran sama Hyori selama 2 tahunan. tapi dia putus dengannya karena Hyori menyukai lakii2 lain dan memutuskan Kazuma. hanya itu yang kutahu."

"kini masuk akal mengapa Kazuma mencium Hyori kemarin.." gumamku.

"apa maksudmu?" tanya Emi.

"ya, jelas kan? Kazuma pasti masih menyukai Hyori selama ini."

"tidak mungkin ah! dia kelihatan amat menyukaimu!"

"......." aku diam saja. aku tak tahu harus menjawab apa. aku harap itu benar bahwa Kazuma benar2 menyukaiku. tapi bila kupikir, sepertinya mustahil orang sekeren Kazuma bisa menyukaiku. dan bila dipikir dengan logika, pasti Kazuma akan memilih Hyori. secara Hyori lebih cantik dan sangat populer dibandingkan aku... -_- ukh.. kenapa aku jadi merendahkan diri sendiri begini sih?!
akhirnya kami selesai membersihkan toilet, dan itu sudah pukul 05.30 sore..

aku langsung keluar dan meninggalkan Emi, karena Han Bum pasti sudah menungguku sejak tadi.

"Han Bum!" teriakku.

Han Bum sedang bersandar di pagar menungguku. sepertinya sudah sejak tadi dia disitu.

"lama sekali..." kata Han Bum

"maafkan aku.. WC itu lebih parah daripada peternakan sapi. kau harus melihat betapa kotornya WC itu.. -_-"

"oh ya sudah, ayo kita cari makan. aku lapar sekali."

"hah? makan? kukira kamu mau mengambil jaketmu, jaketmu ada di rumahku."

"kau harus bertanggung jawab dulu karena sudah membuatku kelaparan setengah mati. jadi sebelum mengambil jaketku di rumahmu, kau harus menemaniku dulu hari ini."

"apa-apaan ka-" sebelum aku bisa protes, Han Bum menarikku pergi.

"ayo cepat! hari ini aku yang traktir" kata Han Bum.

kekeke, okelah aku ikut. mumpung di traktir... kekeke

kami pergi ke MCD dekat sekolahku. disana ramai sekali dengan anak2 dari berbagai SMA. aku mencari tempat duduk di pojok (aku tidak suka tempat yang terlalu ramai, jadi tolong jangan pikir aku mau ngapa-ngapain Han Bum di pojokkan) sedangkan Han Bum memesan makanan.

"ini dia makanannya." kata Han Bum sambil meletakkan nampan berisi 2 Hamburger, 2 kentang goreng, 4 ayam goreng, dan 3 soda.

"banyak sekali.. kau mau menghabiskan ini semua?" tanyaku.

"tentu saja tidak. tapi aku tahu kau yang akan menghabiskan semuanya."

Sial.. bagaimana dia tahu kalau aku berencana menghabiskan makanan ini?? benar saja, 2/3 dari makanan yang ada akulah yang memakannya.

"ah~ kenyangnya! terimakasih makanannya Han Bum!" kataku.

"sudah kuduga kau yang akan menghabiskannya...-_-" gumamnya.

"tutup mulutmu! akh, aku mau ke toilet."

"sehabis makan kau mau buang kotoran?? kini kutahu kenapa badanmu kurus sekali walaupun makanmu seperti kuli. pencernaanmu lancar sekali!"

kutarik rambutnya Han Bum dan aku berkata," jangan berkata begitu. aku masih lebih tua daripadamu tahu!"

sebelum Han Bum bisa protes lagi, aku cepat2 meninggalkannya ke toilet. ukh, aku tak tahan lagi. perutku sakit sekali. kata2 Han Bum ada benarnya juga sih...-_- dan aku benci mengakuinya...-__-
aku langsung cepat-cepat masuk ke toilet dan menyelesaikan urusanku karena sudah tak tahan lagi.

"ah~ lega~" gumamku.

ada suara segerombolan gadis memasuki toilet, mereka cekikikan seperti cewek2 menyebalkan. bagaimana bisa mereka begitu ribut di toilet? aduh aduh.. anak jaman sekarang..

aku keluar dari toilet karena sudah menyelesaikan urusanku dan berjalan ke arah wastafel untuk cuci tangan.

"akh!" teriak salah satu gadis sambil menunjukku, yang akhirnya aku sadar itu adalah Hyori.

"ghee?? rubah betina?" kagetku juga.

"siapa yang kausebut rubah betina?" tanya Hyori

"haha, yang merasa saja." candaku

"oh begitu ya? hahaha! lucu sekali! oh iya, kau pacarnya Kazuma kan? siapa namamu? hm.. ah! Fujikawa! aku ingat!" kata Hyori, dan teman-temannya cekikikan mendengar kata2 Hyori. apa deh yang lucu...? = ='

"namaku Fujimoto" kataku sambil mencuci tangan. aku malas melihat wajah cewek yang satu ini. walaupun kuakui dia cantik sekali...-_-

"yayaya, terserah saja. oh ya FUJIMOTO, kulihat kau sedang bersama adik Kazuma.. sudah mendapat kakaknya, kamu mau embat adiknya juga? cewek macam apa kamu?"

"lebih baik tutup mulutmu kalau tak mau mati." jawabku tetap sambil mencuci tangan berusaha mengabaikan wanita ini.

"sok sekali ucapanmu itu... kau sudah merasa hebat berpacaran dengan Kazuma? kau takkan bisa pacaran dengannya kalau aku tidak memutuskan dia, seharusnya kau tahu itu. dan sekarang, aku berniat mengambil kembali milikku yang sudah jatuh ke tangan wanita kampung sepertimu."

Asuka... santai.. santai... jangan sampai kau lepas emosi disini.. rubah betina ini hanya berusaha membuatmu marah saja Asuka.. tahan dirimu!

"kok bisa ya? Kazuma mau dengan wanita jelek seperti dia? hahaha" katanya kepada teman2nya, teman2nya ikut2an tertawa.

aku tahu dalam waktu 3 detik aku akan meledak. jadi aku harus cepat-cepat meninggalkan rubah betina ini sebelum aku lepas kendali. (kau tahu kan apa yang kuperbuat kalau aku lepas kendali? aku sudah pernah lepas kendali di hadapan Kazuma dan di hadapan cowok SMA Higashi, dan akibatnya cukup fatal)

"dan kau tahu...?" kata Hyori

3 detik sebelum aku meledak..........

"saat Kazuma menciumku rasanya seperti strawberry..."

2 detik sebelum aku meledak..........

"dia benar-benar pintar mencium...."

1 detik sebelum aku meledak...........

"sayang sekali Kazuma memilih untuk menciumku daripada mencium pacarnya sendiri.. maklumlah, KAMU.JELEK.SIH."

0 detik!............................

+BUAKH!!!!!!!!+

Tak kusangka kepalan tanganku terbang mendarat di wajah cantik nan mulus Hyori. tepatnya di hidung kecilnya itu!! aku kaget sekali aku benar2 lepas kendali!

"KYAAAAA! HYORI-CHAN!!!!!"

"APA-APAAN KAMU?!"

"HYORI-CHAN! HIDUNGMU BERDARAH!"

Teman2 Hyori benar2 panik akan apa yang kuperbuat dan aku tahu, INI ADALAH SAATNYA UNTUK KABUR!

Ini adalah saatnya aku kabur sebelum teman-teman Hyori mengalihkan perhatiannya kepadaku dan mengeroyokku. sekuat-kuatnya aku, aku juga tak mungkin menang menghadapi 5 orang
sekaligus -_- jadi aku lari untuk menyelamatkan hidupku.

"PEREMPUAN BUSUK ITU KABUR! KITA HARUS MENGEJARNYA!"

"TAPI BAGAIMANA DENGAN HYORI-CHAN? DIA TAK SADARKAN DIRI MELIHAT
DARAHNYA SENDIRI!"

sepertinya keributan yang kuhasilkan parah juga, jadi aku harus mengajak Han Bum pergi dari sini sebelum aku tertangkap.

"kenapa kau lama sekali? dan kenapa kau lari2 seperti itu?" tanya Han Bum kepadaku.

aku mengambil tas sekolah yang kuletakkan di bangku sebelah Han Bum dan menarik tangan Han Bum,"tak ada waktu menjelaskan! ayo pergi!" teriakku. sepertinya Han Bum menyadari adanya sesuatu yang tidak beres, jadinya dia mengikutiku berlari sambil aku tetap memegang tangannya.
"APA?! KAU MENONJOK HYORI?! HYORI DARI SMA SAKURA ITU??" tanya Han Bum kepadaku sambil kami terus berlari.

aku tak tahu bagaimana Han Bum bisa mengenal Hyori, dia bahkan tahu sekolahnya di mana. padahal aku saja yang tinggal disini tidak tahu dia sekolah dimana.

"Kamu tak tahu? dia itu punya banyak peggemar karena wajah cantiknya itu! tak lama lagi Hyori pasti akan menyuruh para pengikutnya itu untuk menghabisimu!" kata Han Bum lagi.

aku tak tahu Hyori separah itu. asik sekali ya punya wajah cantik? hanya dengan wajah cantik dia bisa mendapatkan pengikut seperti itu.

aku ngeri dengan apa yang harus kuhadapi kedepannya, jadi aku diam saja dan tidak menjawab Han Bum dan terus berlari.

"hosh..hosh.. hosh,... sepertinya kita sudah cukup jauh berlari... hosh hosh..." kataku sambil mencoba mengatur nafasku kembali.

"kau benar2 sudah gila."kata Han Bum. aku tak tahu bagaimana caranya nafasnya tidak tersengal2 seperti aku padahal kita sudah berlari cukup jauh.

"tu... tutup mul.. mulutmuh! hosh, hosh..."

"kenapa sih kamu bisa begitu marah kepadanya..? yah, dengan pribadi busuknya itu aku bisa mengerti sih kenapa kamu marah..."

aku tidak menjawab pertanyaan Han Bum karena aku terlalu capek untuk bicara dan juga aku tak mau mengakui kalau...

yah jujur saja.... aku cemburu mendengar pernyataan si rubah betina itu tadi...-_- (tolong jangan tertawa, kalian pasti pernah cemburu kan...? -__- ) setelah istirahat sebentar, aku dan Han Bum berjalan mengarah ke rumahku. setelah berjalan sebentar rumahku sudah mulai kelihatan.

"sebenarnya, tentang aku menemuimu untuk mengambil jaket hanya alibi saja.."
gumam Han Bum.

"hah? apa?" tanyaku, aku tak mendengar jelas karena dia bicara dengan volume kecil.

"sebenarnya.." baru saja Han Bum ingin melanjutkan kata2nya, tapi aku memotongnya.

"Ta... Taiki...?" itu Taiki. Taiki sedang berjongkok sambil merokok di depan rumahku.
aku cepat2 berjalan menuju ke arahnya.

"Taiki? apa yang kau lakukan disini?" tanyaku.

"bisa kita bicara berdua?"

"baiklah, tapi tunggu aku masuk ke dalam sebentar untuk mengambil jaket Han Bum."

Mendengar nama Han Bum keluar dari mulutku, ekspresi Taiki sedikit berubah.

"ah, tidak usah! aku akan mengambilnya kapan2! sebaiknya aku pulang dulu,selamat malam Asuka, selamat malam kak Taiki."

Taiki langsung memasang ekspresi jijik begitu namanya keluar dari mulut Han Bum. Dan aku tidak mengerti, kenapa Han Bum memanggil Taiki dengan embel-embel 'kak' dan tidak denganku? -_- bocah tak sopan...

"kenapa kau bisa bersamanya?" tanya Taiki jijik.

"aku meminjam jaketnya kemarin tapi aku lupa mengembalikannya. katanya kau mau bicara? bicara tentang apa?"

"aku ingin bicara tentang Kazuma. dan aku akan bercerita kenapa kami amat membenci Han Bum..."

"apa?! hei! siapa itu?! hei Asuka! jawab aku! dimana kau sekarang?! dan suara siapa itu?!" kata Kazuma, sepertinya Kazuma mendengar apa yang diucapkan Han Bum.

"tutup saja teleponnya." kata Han Bum lagi.

"ap- apa?! hei, aku tidak bercanda, dimana kau sekarang?! jawab ak-" sebelum Kazuma menyelesaikan kata2nya, aku mencabut baterai dari Hpku.

Aku hanya menatap mata Han Bum lekat-lekat. adegan Kazuma dan Hyori berciuman terus berputar-putar di kepalaku.

"tenanglah, kau akan baik2 saja." kata Han Bum sambil memegang wajahku.

***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar